Waspada Cuaca Buruk

oleh
Pedagang ikan berjualan di Pasar Terempa, beberapa waktu lalu. Memasuki akhir tahun cuaca semakin tak bersahabat, nelayan diminta meningkatkan kewaspadaan saat menangkap ikan. F. Aulia Rahman/Kabarkepri.id

Kabarkepri.id – Stasiun Meteorologi Kelas III Ranai mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan nelayan untuk mewaspadai cuaca buruk, diperkirakan hujan lebat di-sertai petir dan angin kencang terjadi di Natuna.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas III Ranai Demetrius mengatakan, data citra satelit saat ini menunjukkan wilayah Kepulauan Natuna terdapat awan konvektif yang cukup signifikan. Awan memicu terjadinya hujan deras disertai petir, angin kencang, berkurangnya jarak pandang, kenaikan tinggi gelomnbang secara tiba-tiba.

“Pertumbuhan awan konvektif yang signifikasi dapat menimbulkan gelombang tinggi tiba-tiba dan angin kencang. Masyarakat perlu waspada,” kata Demetrius, Kamis (23/8).

Imbauan tersebut, katanya, terutama kepada masyarakat Pulau Midai, Pulau Subi, Pulau Serasan dan sebagian daerah pada bagian Selatan Pulau Bunguran. Berdasarkan data, di daerah tersebut awan konvektif dapat menjadi awan Cummulonimbus atau awan gelap yang pekat yang berpotensi terjadinya cuaca buruk.

Masyarakat diharapkan selalu waspada akan perubahan cuaca yang akan terjadi saat ini. Waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang. Tidak berlindung di bawah pohon jika terjadi hujan disertai kilat dan petir.

Selain itu, pantauan sebaran titik panas dengan menggunakan satelit Terra, Aqua dan Suomi NPP tanggal 22 Agustus kemarin, menunjukkan terdapat 422 titik panas pada wilayah Kalimantan dengan tingkat kepercayaan 80 – 100 persen. Dan terdapat 1 titik panas pada wilayah Kepulauan Natuna dengan tingkat kepercayaan 61-70 persen.

Pantauan di lapangan, kondisi kabut asap di wilayah Ranai dan sekitarnya masih pekat. Sejak beberapa hari terakhir, gunung Ranai diselimuti kabut asap kiriman dari Kalimantan. Namun sejauh ini belum ada imbauan pemerintah daerah akan gangguan kesehatan disebabkan kabut asap tersebut.(arn)

Respon Anda?

komentar



Source