Ucapan 'Selamat Iduladha' dalam 11 Bahasa Berbeda

oleh
Ibadah haji di Masjidil Haram. (Foto: AFP)

London: Hari Raya IdulAdha telah dimulai di sebagian besar dunia. Jutaan umat Muslim merayakan hari suci ini. 

Di seluruh dunia, keluarga dan komunitas Muslim akan berkumpul bersama untuk berdoa, berpesta, bertukar hadiah, dan merayakan dengan orang yang dicintai.

Perayaan ini dikenal sebagai 'Hari Raya Kurban' atau 'Lebih Besar dari Idulfitri', karena itu dianggap sebagai salah satu hari suci dari dua lebaran setiap tahun (yang pertama adalah Idulfitri).

Dilansir dari Express, Rabu 22 Agustus 2018, Iduladha bertepatan dengan Haji, ibadah tahunan ke Mekkah, yang masing-masing Muslim yang mampu wajib menunaikannya setidaknya sekali dalam hidup mereka.

Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam, bersama dengan Shahadat (keyakinan akan keesaan Tuhan dan mengakui Muhammad sebagai nabi), salat, zakat (amal), dan sawm (puasa).

Cara paling umum mengucapkan salam kepada seseorang di Inggris ialah dengan mengatakan 'Eid Mubarak', yang secara harfiah diterjemahkan menjadi 'Selamat Idul Adha'.

Tetapi ucapan tersebut berubah tergantung di mana Anda berada.

Berikut beberapa variasi bahasa:

1. Bahasa Arab

Eid Mubarak (??? ?????)

Semoga Allah menerima Anda dan perbuatan kita yang benar: Taqabalallahu minna wa minkum (???? ???? ????????)

Selamat Idul Adha: (??? ????)

2. Bosnia

Bajram Serif mubarek olsun

3. Turki

Ramazan Bayram? atau Bayram?n?z Kutlu Olsun

4. Zazaki (Turki bagian timur):

Rosane Sima Bimbarek Bo

5. Bahasa Indonesia

Selamat hari raya Iduladha

6. Mesir

?? ??? ?????? ?????.

7. Tiongkok

??? ??

8. Pashto (Afghanistan)

Akhtar de nekmregha sha

9. Albania

Gezuar Bajramin

10. Kurdi

Cejna we piroz be

11. Malaysia

Selamat Hari Raya

Iduladha dirayakan mulai dengan salat pagi, disusul kunjungan ke keluarga dan teman-teman serta pertukaran makanan dan hadiah.

Perayaan Iduladha berpusat pada pengorbanan hewan, yang dikenal sebagai Qurbani, untuk menghormati Nabi Ibrahim.

Dalam kitab suci Islam, Ibrahim mematuhi perintah Tuhan untuk mengorbankan putranya sendiri.

Tetapi sebelum dia melakukannya,  Tuhan menukarnya dengan kambing jantan untuk dikorbankan sebagai gantinya, menghindarkan anaknya.

Demi memperingatinya, hewan yang disembelih dibagi menjadi tiga bagian: sepertiga diberikan kepada orang miskin dan yang membutuhkan; sepertiga lainnya diberikan kepada saudara, teman, dan tetangga; dan sepertiga sisanya disimpan oleh keluarga.