Teroris Al-Qaeda Diyakini Tewas dalam Serangan Pesawat Nirawak

oleh
Ibrahim al-Asiri. (Foto: EPA)

Washington: Para pejabat militer Amerika Serikat (AS) yakin serangan pesawat tak berawak di Yaman tahun lalu menewaskan pembuat bom dari kelompok teror al-Qaeda, yang bernama Ibrahim al-Asiri.

Laporan intelijen awalnya didasarkan pada tim PBB yang melacak sejumlah kelompok teroris. Sejak kematian Osama bin Laden pada 2011, beberapa orang menganggap al-Asiri salah satu operator teror paling berbahaya di dunia.

"Mungkin pembuat bom teroris tercanggih di planet ini. Sangat kreatif, sangat inovatif," kata mantan Wakil Direktur CIA Michael Morell kepada CBS News, Rabu 22 Agustus 2018.

Al-Asiri, berasal dari Arab Saudi, dikenal karena bom miniaturnya dengan sedikit atau tanpa kandungan logam. Bom buatannya berpeluang lebih baik untuk lolos dari keamanan bandara.

Para penyidik mengatakan al-Asiri berada di belakang plot teroris di Detroit pada 2009 yang dikenal sebagai "bom pakaian dalam." Tersangka Umar Farouk Adbdul Mutallab dijatuhi hukuman pada 2012 seumur hidup di penjara karena menyelundupkan bom di pesawat di balik pakaiannya.

Sejumlah pejabat berkata, bom itu gagal hanya karena Mutallab gagal meledakkannya dengan tepat.

Penyelundupan lainnya terjadi setahun kemudian, ketika para pejabat mengatakan al-Asiri berencana menyembunyikan alat-alat peledak dalam kartrid cetak yang dikirim ke AS. Barang-barang itu berhasil melewati keamanan bandara, tetapi serangannya dihindari ketika pihak berwenang diberi tahu tentang ancaman tersebut.

Al-Asiri juga diyakini berada di belakang pekerjaan yang lebih baru buat mengembangkan bom yang tersembunyi di dalam laptop.