Sistem Data KPU Dibobol

oleh
KPU Natuna melakukan rapat pleno penetapan DPT Natuna, Senin (20/8). F. Aulia Rahman/Kabarkepri.id

Kabarkepri.id – KPU Natuna menetapkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 50.439 pemilih untuk pemilu 2019 mendatang. Penetapan DPT dilakukan dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP). Dengan rincian sebanyak 25.666 pemilih perempuan dan sebanyak 24.773 orang laki-laki.

”Angka DPT ini tersebar di 76 desa dan kelurahan serta 225 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh Kabupaten Natuna,” kata Junaedi Abdilah, ketua KPU Natuna, di acara rapat pleno penetapan DPT yang dihadiri 13 perwakilan partai politik, Rabu (22/8).

Menurutnya, angka ini kemungkinan besar akan menga-lami perubahan pada tahapan Pleno Penetapan Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) mendatang. Rapat pleno KPU sempat tertunda karena terjadi kerusakan pada sistem informasi data pemilih (Sidalih). Karena diduga terjadi pembobolan pada sistem KPU Natuna.

”Pleno sempat ditunda karena sistem data dibobol oleh orang tidak bertanggung jawab. Tapi beberapa jam diskor, kami bersama partai politik sepa-kati angka DPT,” ujarnya.

Anggota Panwaslu Natuna, Lindawati menekankan kepada KPU agar memaksimalkan fungsi Posko Pemilu yang telah dibuka oleh KPU. ”Masyarakat harus dapat informasi yang terbuka demi transparansi dan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya konflik,” kata Linda.

Sejumlah parpol seperti perwakilan Partai Nasdem, Wan Aris Munandar mengusulkan agar KPU dapat mengatasi berbagai kelemahan dalam aturan. Beberapa aturan KPU yang masih sangat mungkin digugat oleh para pihak karena dinilai masih memiliki kelemahan.

Ia mencontohkan, pada aturan pertama, KPU mengharuskan bacaleg mengecek kesehatan di rumah sakit yang sudah ditentukan KPU. Tetapi belakangan aturan tersebut berubah lagi sehingga bacaleg boleh melakukan tes keseha-tan di rumah sakit mana saja dan bahkan di puskesmas.

”Kelemahan ini bukan ha-nya merugikan parpol, tapi juga KPU itu sendiri. Ini salah satu contoh saja dan saya rasa hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi,” kata Aris.

Terhadap masukan-masukan yang disampaikan oleh para pihak di atas, KPU Natuna berjanji akan menyampaikannya ke tataran yang lebih tinggi.

”Terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak. Masukan yang diberikan malam ini menjadi PR bagi kami, nanti pada rapat pleno provinsi yang akan digelar pada tanggal 29-30 Agustus mendatang akan kami sampaikan semuanya untuk ditindaklanjuti,” kata Risno, Komisioner KPU.(arn)

Respon Anda?

komentar



Source