Rudi Sayangkan Warga Kembali ke Ruli

oleh

Warga korban kebakaran rumah liar (ruli) di Baverly meninggalkan ruko yang disediakan Pemko Batam. Mereka kembali ke lokasi awal tempat tinggalnya.

BATAM – Walau kediaman di ruli sudah hangus, namun warga kemudian membangun ruli baru. Kondisi ini disayangkan Wali Kota Batam, HM Rudi. Isu yang berkembang, salah satu faktor menyebakan mereka kembali karena kavling lahan yang direncanakan untuk warga sampai saat ini tak tersedia.

Menurut Rudi, janji pemberian kapling siap bangun (KSB) kepada warga, hal itu sesuai dengan pembicaraan bersama Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita. ”Pak Lukita sudah janji, tapi alhamdulillah sampai saat ini belum ada,” ungkap Rudi.

Diakui, hingga saat ini masalah ruli belum ditemukan solusi lahan yang akan ditempati. Pihaknya sudah membicarakan dengan BP. Sebenarnya lahan ditempati warga yang sebelumnya terbakar, merupakan lahan milik kantor pos. Sehingga diminta ada solusi untuk warga yang menjadi korban kebakaran.

”Saya sudah ngomong langsung ke Pak Lukita, tapi belum ada. Tanah itu (terbakar) punya kantor pos. Saya sudah bilang, kalau Bapak mencari ganti, saya akan larang untuk dibangun (ruli),” beber Rudi lagi.

Diakui Rudi, pihaknya masih menunggu realisasi janji yang dijanjikan. ”Sampai saat ini saya masih menunggu berita. Janji 3 minggu, tapi sampai sekarang belum ada ,” katanya. Nanti kita akan hubungi lagi Pak Lukita. Kalau mau ganti kavling, kita akan selesaikan. Kalau tidak, kita akan pikir lagi,” imbuh Rudi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam, Hasyimah mengatakan, tidak semua korban pindah ke ruko yang berjarak 4,2 kilometer dari lokasi pengungsian sebelumnya. Di mana, dari 556 jiwa korban kebakaran, hanya 93 orang yang masuk ke Ruko Aladin, sedangkan korban lainnya memilih pindah ke tempat sendiri.

”Ada yang kos, kontrak, atau tinggal di tempat saudara. Tinggal 93 orang yang pindah ke Ruko Aladin,” katanya.

Sebelum pemindahan, korban kebakaran sudah menerima uang bantuan. Sagu hati ini merupakan hasil kumpulan sumbangan dari berbagai pihak termasuk masyarakat umum di Kota Batam yang memberikan perhatian. Total sekitar Rp 301 juta dana sumbangan yang terkumpul. Tiap jiwa menerima bantuan Rp 550.000. (Kabar Kepri)

Source