Pertamina Tutup Akses Pelangsir Lewat Fueld Card

oleh -21 views

BATAM – Pertamina berhasil menekan penyelewengan BBM subsidi di Batam dan menjaga yang negara, terutama tahun 2020. Pertamina mengawal uang negara, dengan menekan penyelewengan bahan bakar minyak (BBM), lewat Fueld card Brizzi, yang disempurnakan. Kartu kendali itu kini mampu menekan para pelangsir BBM subsidi.

Sales Branch Manager Pertamina Kepri, William, Selasa (13/10) mengungkapkan, kartu kendali itu awalnya diluncurkan September 2014. Namun manfaatnya berdampak signifikan pada  tahun 2020 ini. Dampak dirasakan, setelah ketentuan mendapatkan fuel card diperbaharui.  

“Hasilnya, konsumsi BBM non subsidi naik 20 sampai 30 persen. Sementara pemilik fuel card BBM turun dari 14.631 menjadi 4.470 kendaraan,” kata William.

Pertamina memangkas penerima solar subsidi di Batam, dengan menyeleksi penerima program fuel card, lewat kartu Brizzi. Kartu ini dikeluarkan Pertamina bekerjasama dengan BRI. Untuk pendaftaran menerima kartu Brizzi, bisa dilakukan dengan mendatangi Disperindag Batam atau website fuelcard.retaildiv.com. Namun keputusan final ditangan Pertamina.

Diungkap William, konsumsi BBM jenis Pertamax Turbo dan Pertamax 92 mengalami peningkatan. Konsumsi Pertamax Turbo sebesar 18 Kilo liter (Kl) per hari pada bulan Juli 2020, naik menjadi 29 Kl pada Agustus dan September 2020. Sementara Pertamax 92 naik menjadi 14 sampai 15 Kl per hari pada Agustus dan September 2020, dari sebelumnya hanya 10 Kl per hari pada Juli 2020 lalu.

“Demikian juga dengan konsumsi Pertalite, yang terus naik. Pelansi BBM dapat ditekan,” kata William.

Peningkatan ini terjadi, dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat mengalami peningkatan seiring dengan pelonggaran yang dilakukan. Walaupun begitu ketersediaan BBM di SPBU masih cukup memenuhi kebutuhan masyarakat Kepri, termasuk Premium yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

“Di Batam ini ada 39 SPBU dan hanya 3 SPBU yang tidak menyediakan Premium, yang lainnya masih tetap menyediakan,” kata William lagi.

Fuel card jenis baru, dikeluarkan Pertamina awal tahun 2020, bekerjasama dengan BRI, menekan penyalahgunaan BBM subsidi. Sehingga tidak terjadi lagi kelangkaan, karena aksi pelansir lebih mudah dihentikan petugas SPBU.

“Dulu, satu mobil bisa memilik 20 sampai 30 kartu kendali. Sekarang, satu mobil hanya bisa memiliki satu kartu. Dampaknya kini sudah terlihat. Tidak ada lagi kelangkaan solar,” beber William.

Salah seorang bekas pelansir solar, Dodo, mengakui dampak fueld card belakangan ini. Diakui, sekarang pelangsir tidak bisa bebas seperti dulu, karena satu mobil hanya satu kartu. Kuota bisa mengisi BBM terbatas.

“Tidak bisa lagi sekarang. Dulu bebas, karena satu mobil bisa punya 30 kartu BBM solar. Jadi tiap hari, bisa mengantri isi solar sampai 30 kali sehari,” jelas Dodo. 

Kondisi itu dibenarkan Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Roby Hervindo, selain jenis BBM itu, Provinsi Kepri, konsumsi BBM non subsidi jenis diesel meningkat. Dimana, konsumsi Biosolar, Dexlite dan Dex, sekitar 340 ribu liter per hari.

“Naik 10 persen berbanding konsumsi rerata normal harian 2019 sejumlah 309 ribu liter per hari,” jelasnya.

Manfaat fuel card ini, menjadi sangat penting ditengah pemangkasan anggaran subsidi energi, akibat pandemi Covid-19. Dimana, subsidi energi diipangkas Rp5,3 triliun, untuk APBN 2020. Pemerintah menurunkan alokasi anggaran untuk subsidi dari Rp 97,4 triliun, menjadi Rp 92,2 triliun. 

Namun, dilakukan peningkatan alokasi untuk subsidi LPG sebesar Rp 4,4 triliun karena penyesuaian Aramco. Dalam video yang bisa ditonton di youtube, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menjelaskan, penurunan subsidi energi, karena penurunan subsidi BBM sebesar Rp 1,4 triliun. 

Kemudian, subsidi listrik yang sebesar Rp 8,3 triliun akibat pengaruh harga minyak mentah indonesia (ICP) serta nilai mata uang atau kurs rupiah terhadap dollar AS.

Pertamina saat ini, juga terus berinovasi untuk beradaptasi dengan situasi pandemi, Covid-19. Salah satunya melalui layanan antar produk BBM dan elpiji Pertamina Delivery Service (PDS).

“Kami juga terus mendorong konsumen agar bertransaksi BBM secara non tunai melalui aplikasi MyPertamina dan LinkAja. Selain lebih mudah dan nyaman, juga mengurangi resiko penyebaran COVID-19,” beber Roby.

Saat ini kata Roby, mereka sedang mengendalikan konsumsi BBM sesuai arahan BPH Migas. Pengendalian konsumsi Premium dilaksanakan dengan menyalurkannya sesuai dengan kuota per SPBU. SPBU juga ditegaskan, untuk memperketat penyaluran hanya kepada konsumen berhak, bukan ke pelansir.

“SPBU yang melanggar ketentuan, akan dikenakan sanksi,” tegas Roby.

Di sisi lain, Pertamina juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam pengendalian BBM. Dimana, pengendalian konsumsi BBM juga berdampak positif bagi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) Kepri. Hingga Juli 2020, setoran PBBKB Pertamina kepada Pemprov Kepri meningkat mencapai 174 miliar Rupiah dibanding periode sama tahun lalu senilai 171 miliar Rupiah.

“Dampak positif pengendalian BBM subsidi Biosolar bagi masyarakat maupun Pemda,” kata Roby.

Siapkan Kartu Brizzi LPG dan Premium

Pengumuman tempat pengisian produk Pertamax Turbo Ron 98 di SPBU Baloi Batam. F-Martua/Tanjungpinang Pos

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Gustian Riau mengungkapkan, masih ditemukan pelanggaran, terhadap penggunaan BBM subsidi itu. Hanya saja, karena tidak bisa lagi melansir dengan kartu Brizzi, maka melakukan pelanggaran dengan petugas SPBU.

Hingga kemudian, Selasa (6/10/2020) Pertamina Kepri dan Disperindag Batam, menindak dan menutup SPBU Genta 3 Batuaji, Batam. Penutupan dilakukan, karena ditemukan pihak SPBU membiarkan pelangsir bereaksi. Membeli BBM jenis solar subsidi dengan jirigen dan mobil modifikasi tanpa kartu Brizzi.

“Aksi ini menganggu suplai dan stok bbm kita di Batam. Aturan jelas dan itu berlaku dari Pertamina, kartu Brizzi. Tapi mungkin karena tidak bisa dimainkan lagi, makanya main sama petugas SPBU,” cetus Gustian.

Diakui Gustian, ada perbedaan untuk sistem baru ini. Untuk mendapat fuel card ini, harus mencantumkan nomor kendaraannya. Pada fisik kartu lama, tidak tertera nomor pelat kendaraan dan jenis kendaraan.

“Dikartu baru, ada nomor pelat dan jenis kendaraan itu. Dengan kartu lama, bisa dimanfaatkan pelangsir, seperti yang terjadi tahun lalu. Saat itu satu kendaraan bisa memiliki sampai 20 kartu. Dengan kartu baru ini, insya Allah tahun ini kuota bisa cukup sampai Desember,” harapnya.

Setelah kartu Brizz saat ini dinilai efektif menekan penyalahgunaan solar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, merencanakan pemanfaatan kartu itu, untuk premium. Kemudian kartu Brizzi juga direncanakan untuk digunakan bagi LPG subsidi 3kg. 

“Kalau ada yang beli gas melon, harus menunjukan kartu Brizzi. Nah, kartu ini hanya diperuntukkan bagi warga kurang mampu,” ujar Gustian.

Gustian Riau berharap, dengan kartu Brizzi, penyaluran gas bersubsidi tepat sasaran. Pertamina juga diakui sudah menerima usulan itu, hingga mereka melakukan sosialisasi dengan masyarakat. Hanya saja, sebelum sistem itu berjalan, pandemi Covid-19 di Batam, terjadi. Sehingga, pihaknya memilih untuk menunda sosialiasai lanjutan, hingga penerapannya.

“Kondisi ekonomi masyarakat melemah, tidak mungkin kita terapkan. Sosialisasi juga tidak bisa kita lanjutkan. Tapi sudah sempat berjalan dibeberapa kelurahan,” bebernya.

Anggota Komisi III DPRD Batam, Jeffry Simanjuntak menekankann agar Disperindag dan Pertamina, konsisten menjaga sistem. Dimana, tanpa menjaga sistem yang dijalankan, asumsi kerugian negara per hari, bisa ratusan juta hingga miliaran rupiah di Batam.

“Satu kartu, maksimal mendapatkan subsidi solar 50 liter. Jika satu kendaraan memiliki 20 kartu, bisa mengisi BBM 1.000 liter. Jika 14ribuan kartu, kerugian negara bisa miliaran per hari,” cetusnya.

Bahkan, akibat penyalahgunaan BBM di Batam, tahun lalu Gubernur Kepri, Isdianto harus turun tangan secara langsung. Dia meninjau ketersediaan BBM di Kabil, akhir tahun 2019, akibat kelangkaan yang terjadi.

Namun tahun 2020 ini, kondisi yang berbeda terjadi. Sebelum menjalani cuti karena ikut menjadi peserta Pilkada, Isdianto menyampaikan optimisme-nya, kejadian kelangkaan BBM, seperti tahun lalu tidak akan terulang.

Tidak hanya untuk kendaraan darat. Namun juga untuk angkutan laut. Seperti BBM untuk mendukung pelayaran Batam-Tanjungpinang.

“Sekarang sistem semakin baik dan akan terus lebih baik ditangani Pertamina. Kita juga menjaga untuk pelayaran, tidak terganggu. Sehingga tidak hanya untuk kendaraan subsidi,” kata Isdianto.(mbb)

Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *