Penindakan Parkir Sembarangan Terus Dilakukan

oleh

Kabarkepri.id –  Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam terus melakukan penertiban terhadap kendaraan-kendaraan bermotor yang parkir sembarangan di trotoar maupun bahu jalan. Berdasarkan data dari Dishub Kota Batam, pada bulan Agustus ini, tercatat sudah ada sebanyak 8 kendaraan yang diderek karena parkir di bahu jalan.

“Kendaraan itu kita derek dari lokasi Nagoya, Batamcenter, dan daerah Jodoh. Dimana, daerah tersebut menjadi pusat perhatian kami dalam melakukan penertiban,” ujar Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Batam, Edward Purba.

Lebih lanjut, dia menuturkan selama periode tersebut, pihaknya menderek kendaraan itu ke kantor Dishub Batam. Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera kepada pengendara, agar tidak kembali mengulang kesalahan dengan parkir disepanjang tempat hingga terjadinya kemacetan maupun kecelakaan lalu lintas.

“Bagi pemilik kendaraan itu sejauh ini kami berikan sanksi teguran dengan membuat surat pernyataan. Sementara, kalau untuk denda belum bisa kami terapkan karena masih dalam pembahasan di DPRD,” katanya.

Ia menegaskan, penertiban kendaraan yang parkir sembarangan terus dilakukan hingga sekarang. Hal ini dilakukan atas banyaknya keluhan dari pengguna jalan yang merasa terganggu dengan adanya kendaraan parkir disembarang tempat tersebut. Penindakan itu, dilaksanakan dengan cara hunting atu berpatroli keliling di sejumlah titik.

“Sebelum kami derek, tentunya kami memberikan waktu kepada pemiliknya untuk memindahkan kendarannya. Setelah kami tunggu beberapa menit dan pemiliknya tidak kembali, terpaksa kami derek kendaraannya,” tuturnya.

Sementara itu, Edward berharap dengan perda parkir yang baru itu nantinya bisa memberikan efek jera kepada pemilik kendaraan. Dimana, dalam aturan parkir terbaru itu, Dishub Batam akan memberikan sanksi tegas, dimana kendaran yang diderek akan dikenakan biaya derek sebesar Rp 500 ribu dan biaya inap sebesar Rp 300 permalamnya.

“Nantinya pembayaran denda itu akan dilakukan di Bank Riau Kepri dan langsung masuk dalam kas daerah. Jadi bukan kepada petugas. Setelah itu, baru kita kembalikan kendaraannya,” imbuhnya. (gie)

Respon Anda?

komentar



Source