Mengenal Keto Flu, Efek Samping Diet Ketogenik yang Jarang Diketahui

oleh

Sebelum Anda memutuskan untuk menjalani diet keto, sebaiknya pahami dulu apa saja plus minus yang mungkin terjadi. Dari banyaknya efek samping diet ketogenik, satu diantaranya menyebabkan Anda mengalami berbagai gejala yang disebut dengan keto flu. Biasanya, kondisi ini muncul di minggu pertama Anda menjalani diet keto. Sebenarnya, apa saja gejala keto flu? Apakah berbahaya?

Keto flu adalah sekumpulan gejala, bukan penyakit sungguhan

Keto flu adalah sekumpulan gejala yang seringnya dialami ketika seseorang baru mulai melakukan diet keto. Efek samping diet ketogenik yang satu ini terjadi karena tubuh sedang berusaha untuk beradaptasi dengan pola makan baru yang rendah asupan karbohidrat.

Pasalnya, ketika menjalani diet ini tubuh Anda dipaksa untuk mengganti sumber energi dari glukosa menjadi keton, yakni asam yang dihasilkan saat tubuh mulai menggunakan lemak sebagai energi. Sebab biasanya, persediaan lemak tubuh hanya digunakan sebagai sumber energi cadangan saat glukosa telah habis.

Nah, peralihan sumber energi dari karbohidrat ke lemak ini disebut sebagai ketosis. Akhirnya, timbul berbagai gejala sebagai respon terhadap perubahan yang terjadi di dalam tubuh.

Apa gejala yang ditimbulkan dari keto flu?

Tubuh menganggap proses peralihan dari pola makan normal ke diet rendah karbohidrat adalah perubahan besar. Maka itu, Anda yang baru mulai menjalani diet keto umumnya akan merasakan beberapa gejala yang menyerupai flu sebagai bentuk adaptasi tubuh.

Gejala keto flu ini biasanya akan muncul dalam waktu satu hingga dua hari setelah mulai menjalani diet keto, dan butuh waktu paling lama dua minggu sampai benar-benar sembuh. Gejala yang akan muncul akibat efek samping diet ketogenik ini, yaitu:

  • Mual dan muntah
  • Sembelit
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sakit perut
  • Nyeri otot
  • Sulit tidur

Sama seperti sakit flu, gejala keto flu yang dirasakan tiap orang tidak selalu sama. Bahkan mungkin ada orang yang tidak mengalami efek samping ini sama sekali. Dengan kata lain, gejala keto flu seringnya hanya muncul pada tubuh yang belum cepat terbiasa dengan olahan makanan yang rendah karbohidrat namun tinggi protein dan lemak.

Itu sebabnya, orang-orang ini butuh perjuangan dan waktu yang lebih lama sampai benar-benar bisa menerapkan diet keto yang sesungguhnya.

Adakah cara untuk mencegah keto flu?

Amy Gorin, R.D.N, seorang ahli gizi sekaligus pemilik klinik gizi di New York, menjelaskan bahwa Anda tidak perlu terburu-buru ketika baru mulai mencoba diet keto. Sebaliknya, kurangi asupan karbohidrat Anda secara perlahan sambil memperbanyak makanan sumber lemak dan protein.

Pastikan Anda telah merencanakan dengan matang makanan apa saja yang harus Anda makan seminggu ke depan. Jangan lupa untuk memperbanyak sumber serat, seperti sayuran dan buah, dalam makanan harian guna menurunkan risiko mengalami sembelit.

Jika perlu, Anda juga bisa berkonsultasi langsung dengan ahli gizi mengenai pola makan seperti apa yang bisa membantu kelancaran proses diet keto Anda.

Jika sudah terlanjur mengalami keto flu, bagaimana cara mengatasinya?

Namun jika Anda belum sempat mencegah serangan keto flu, tak perlu khawatir. Cara berikut ini bisa bantu untuk memulihkan keto flu yang mengganggu:

1. Minum banyak air putih

Faktanya, diet keto ternyata memengaruhi jumlah cairan dalam tubuh, sehingga bisa membuat Anda mengalami dehidrasi. Pasalnya, simpanan glikogen (glukosa otot) yang berasal dari karbohidrat, lama-lama akan mulai tergantikan dengan keton. Padahal, glikogen mampu mengikat cairan di dalam tubuh.

Oleh karena itu, saat asupan karbohidrat perlahan menurun dan glikogen mulai tergantikan, kandungan air dalam glikogen juga akan keluar dari tubuh.

Kadar cairan yang rendah dalam tubuh bisa mengarah pada kondisi kelelahan dan nyeri otot, yang sering menjadi gejala keto flu.

2. Hindari olahraga berat

olahraga untuk wanita

Sebaiknya tunda sejenak untuk melakukan olahraga berat saat Anda baru mulai konsisten menjalani diet keto. Hal ini bukan tanpa alasan. Sebab, gejala keto flu biasanya diiringi dengan kelelahan, nyeri otot, serta rasa tidak nyaman pada perut yang membuat Anda harus fokus beristirahat.

Meski begitu, Anda tetap bisa melakukan aktivitas ringan lainnya seperti jalan santai, yoga, atau bersepeda.

3. Pastikan sumber lemak dan protein tercukupi

sumber protein rendah lemak

Proses adaptasi dan transisi tubuh dari pola makan normal ke pola makan rendah karbohidrat, tentu bisa membuat Anda menginginkan makan makanan yang sebenarnya dilarang dalam diet ini, misalnya roti, pasta, dan lainnya.

Demi menyisatinya, coba makan cukup sumber lemak dan protein guna membantu mengurangi rasa lapar dan mencegah Anda makan sumber karbohidrat lainnya.

4. Istirahat yang cukup

efek lembur kerja di rumah

Tanpa sadar, kurang tidur bisa memicu peningkatan kadar kortisol atau hormon stres dalam tubuh. Akhirnya, justru bisa membuat Anda bad mood, uring-uringan, mudah lelah, hingga memperburuk gejala keto flu.

Idealnya, kunci untuk mengatasi kelelahan saat menjalani diet keto adalah dengan memperbanyak tidur dan istirahat, menurut penelitian yang diterbitkan dalam International Organization of Psychophysiology.

Apa yang mungkin terjadi kalau keto flu tidak segera diatasi?

Sebenarnya sama saja seperti ketika tubuh sedang sakit dan tidak fit. Anda akan terus diselimuti rasa tidak nyaman yang membuat Anda sulit dan malas untuk berakitivitas dengan normal.

Lebih dari itu, diet keto yang sedang Anda jalani pun jadi kurang optimal. Pada akhirnya, tidak ada efek positif yang bisa Anda dapatkan dari diet keto ini.

Artikel Mengenal Keto Flu, Efek Samping Diet Ketogenik yang Jarang Diketahui Dipublish Oleh Hello Sehat.