Memahami Prinsip Asuransi Syariah, Apa Lebih Baik Ketimbang Asuransi Biasa?

oleh

Setiap produk asuransi umumnya punya beragam layanan serta keunggulan, yang membedakannya dengan asuransi lain. Sayangnya, masih banyak pro dan kontra terkait sistem asuransi yang membuat penggunanya harus berpikir dua kali sebelum memilih suatu jenis asuransi. Demi menjawab permintaan masyarakat, kini banyak perusahaan asuransi yang mulai mengembangkan produk asuransi syariah yang mengusung aturan halal sesuai dengan ketentuan syariah.

Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan asuransi syariah dan apa yang membedakannya dengan asuransi lainnya? Ulasan berikut ini akan menjawabnya untuk Anda.

Apa itu asuransi syariah?

Secara harfiah, syariah berarti sesuatu yang berlandaskan oleh hukum agama Islam. Jadi, bisa dikatakan bahwa asuransi syariah adalah asuransi yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip syariah dengan menghindari gharar (ketidakpastian), maysir (perjudian), riba (bunga), serta maksiat lainnya yang dilarang dalam Islam.

Asuransi syariah memiliki aturan yang cukup berbeda, di mana dana yang terkumpul akan dikelola sesuai prinsip syariah dan bertujuan untuk saling membantu dan melindungi antarpeserta.

Dalam konsep asuransi syariah, perusahan asuransi hanya berperan sebagai pengelola operasional dan pengumpul dana yang disalurkan oleh para peserta saja.

Istilah yang biasanya dipakai dalam asuransi syariah

Ada beberapa perbedaan istilah yang digunakan dalam asuransi berbasis syariah, meliputi:

  • Akad, adalah perjanjian tertulis yang memuat kesepakatan tertentu (hak dan kewajiban) semua pihak yang bersangkutan.
  • Dana tabarru’, adalah kumpulan dana dari hasil kontribusi para peserta sesuai dengan akad tabarru’ yang telah disepakati bersama.
  • Akad tabarru‘, adalah bentuk pemberian dana dari peserta dengan tujuan untuk saling tolong-menolong, yang tidak bersifat komersial.
  • Akad wakalah, adalah memberikan kuasa kepada perusahan sebagai wakil peserta guna mengelola dana tabaru’.
  • Akad mudharabah, adalah sistem bagi hasil dari dana tabarru’ yang telah terkumpul.
Sumber: Realtor News

Apa bedanya asuransi syariah dengan asuransi konvensional pada umumnya?

Oleh karena asuransi berbasis syariah menganut sistem yang berbeda, tentu akan ada perbedaan yang terlihat jelas antara asuransi syariah dan asuransi konvensional. Berikut ini merupakan perbedaan mendasar antara kedua asuransi tersebut:

1. Konsep yang digunakan

Asuransi syariah mengusung konsep kerjasama dari para peserta agar saling membantu, menjamin, dan melindungi. Caranya dengan mengeluarkan dana tabarru’, atau yang lebih umum dikenal sebagai dana sosial, dengan berpegang teguh pada akad tabarru’.

Sementara pada asuransi konvensional, perusahan asuransi akan menetapkan suatu premi yang harus dibayar oleh peserta setiap bulannya secara individu. Tujuannya, sebagai bentuk perlindungan bila suatu hari nanti peserta mengalami musibah.

2. Sistem pengelolaan risiko

Asuransi berbasis syariah menerapkan prinsip sharing of risk. Artinya, terjadi proses saling menanggung dan membantu antara peserta satu dan lainnya.

Sedangkan asuransi konvensional memegang prinsip transfer of risk, yakni risiko atas musibah ataupun kejadian yang tidak diharapkan hanya dapat ditanggung oleh masing-masing individu itu sendiri.

3. Dewan pengawas syariah

Semua industri keuangan syariah, termasuk asuransi, memiliki dewan pengawas syariah (DPS) yang bertugas untuk menjamin semua transaksi yang berjalan sudah sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Tentunya, posisi DPS ini tidak ada dalam asuransi kovensional.

4. Sistem perjanjian

Asuransi berbasis syariah menggunakan akad tabarru’ yang berdasarkan pada sistem syariah, sehingga dijamin halal. Berbeda dengan asuransi konvensional dengan sistem yang cenderung lebih kepada perjanjian jual beli.

5. Pengelolaan dana

Pengelolaan dana dalam asuransi berbasis syariah bersifat transparan, dan lebih ditujukan untuk menuai keuntungan bagi peserta asuransi. Porsi pembagian dana juga sudah cukup jelas di awal, misalnya berapa banyak porsi untuk peserta dan berapa sisa yang akan diberikan sebagai ujrah (upah) untuk perusahaan.

Hal ini berbeda dengan asuransi konvensional yang semua dana dari peserta dikelola sepenuhnya oleh perusahaan, dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

6. Status kepemilikan dana

Seluruh dana yang dibayarkan dalam asuransi berbasis syariah, merupakan hak milik seluruh peserta. Di sini, perusahaan asuransi hanya bertindak sebagai pengelola dana.

Berbeda dengan asuransi konvensional, yang mana seluruh premi yang dibayarkan telah menjadi milik perusahaan tersebut. Dengan kata lain, perusahaan asuransi punya wewenang penuh terhadap pengelolaan dan pengalokasian dana asuransi.

7. Pembagian keuntungan

Keuntungan dalam asuransi berbasis syariah bukanlah milik perusahaan seutuhnya, melainkan akan dibagi rata dengan semua peserta asuransi. Sementara dalam asuransi konvensional, seluruh keuntungan yang dihasilkan akan menjadi milik perusahaan.

jenis asuransi kesehatan

Katanya, Asuransi Syariah Itu Adil. Kenapa?

Asuransi berbasis syariah sering dianggap lebih adil, baik bagi peserta maupun perusahaan, karena tidak ada pihak yang menerima keuntungan dengan jumlah yang jauh lebih besar daripada pihak lainnya. Di sisi lain, asuransi konvensional menerapkan kontrak jual beli, sementara asuransi syariah cenderung ke arah tolong menolong antara para peserta asuransi.

Singkatnya, asuransi berbasis syariah tidak menerapkan transfer of risk (jual beli risiko) dari pihak peserta ke perusahaan asuransi. Dalam kasus transfer of risk, pihak asuransi biasanya akan memasukkan “porsi” risiko ke dalam paket asuransi agar bisa ditanggung melalui membayar premi.

Sedangkan pada asuransi syariah, risiko yang ada sudah menjadi tanggung jawab bersama dengan prinsip saling membantu sehingga dirasa lebih adil.

Jadi, sebaiknya pilih asuransi yang mana?

Jika ditelisik lebih dalam, perbedaan yang paling terlihat jelas antara asuransi konvensional dengan syariah adalah sistem pengelolaan dana yang disalurkan oleh peserta.

Misalnya, asuransi berbasis syariah lebih mengusung keuntungan bagi penggunanya, sementara asuransi konvensional tetap mempertimbangkan porsi keuntungan bagi pihak perusahaan. Meski pada dasarnya, kedua asuransi ini sama-sama memprioritaskan perlindungan untuk seluruh peserta asuransi.

Sebenarnya, pilihan terbaik untuk suatu jenis asuransi tergantung diri dan pemikiran Anda. Baik asuransi konvensional dan syariah, ada kekurangan dan kelebihan masing-masing yang harus Anda pertimbangkan masak-masak sebelum benar-benar memilih asuransi yang terbaik.

Artikel Memahami Prinsip Asuransi Syariah, Apa Lebih Baik Ketimbang Asuransi Biasa? Dipublish Oleh Hello Sehat.