Lingkungan Masa Kecil Pengaruhi Jumlah Testosteron Pria, Kok Bisa?

oleh

Hormon testosteron sangat penting bagi kesuburan pria. Selama ini mungkin yang Anda tahu kalau kadar testosteron pria itu akan semakin berkurang seiring bertambahnya usia. Faktor genetik juga diduga memiliki andil sebagai penentu jumlah testosteron dalam tubuh Anda.

Namun, penelitian baru-baru ini telah membuktikan kalau ternyata jumlah hormon testosteron dalam tubuh pria sudah mulai terbentuk bahkan saat usianya masih anak-anak, lho. Benarkah?

Lingkungan masa kanak-kanak, memengaruhi kadar testosteron

Ya, pernyataan tersebut dibuktikan setelah para periset dari Durham University, melakukan penelitian terhadap 360 pria yang bertempat tinggal di Bangladesh dan Inggris. Penelitian yang dimuat dalam Nature Ecology and Evolution Journal ini, mengumpulkan data berupa tinggi badan, berat badan, usia pubertas, sampel air liur, serta informasi kesehatan lainnya yang bisa bantu menentukan kadar testosteron peserta.

Uniknya, penelitian ini dibagi menjadi empat kelompok besar, yakni anak laki-laki yang lahir dan tinggal di Bangladesh, anak laki-laki yang lahir di Bangladesh, tapi kemudian pindah ke Inggris, lalu anak laki-laki yang lahir di Inggris tapi orangtuanya adalah imigran dari Bangladesh, dan anak-anak keturunan asli Inggris.

Hasilnya menemukan bahwa kadar testosteron pria dari Bangladesh yang sedari kecil sudah hidup dan tumbuh dewasa di Inggris, cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan anak laki-laki yang sedari kecil hingga dewasa tetap tinggal di Bangladesh.

Tidak hanya itu, usia pubertas anak laki-laki dari Bangladesh yang bermigrasi ke Inggris ini, juga lebih cepat daripada teman-teman seusianya yang masih tetap tinggal di sana.

Lingkungan yang tidak sehat dapat menghambat perkembangan testosteron

Salah seorang penulis, Dr. Kesson Magid dari Departemen Antropologi di Durham University, menuturkan bahwa kadar testosteron pria tidak hanya bisa ditentukan berdasarkan tempat tinggal saat pria itu sudah dewasa saja. Namun, sudah mulai terlihat bahkan sejak pria masih anak-anak.

Salah satu faktor penguatnya adalah kondisi lingkungan semasa kecil. Pasalnya, kadar testosteron pria dewasa yang sedari kecil tinggal di lingkungan yang kotor, akan jauh lebih rendah daripada pria dewasa yang tumbuh dan berkembang di lingkungan yang sehat dan bersih.

Ini mungkin karena lingkungan yang kotor cenderung meningkatkan risiko terserang penyakit infeksi dan membuat asupan nutrisi tidak optimal. Singkatnya, energi dan nutrisi yang didapatkan tubuh lebih banyak terpakai untuk melawan penyakit sehingga hanya sedikit yang digunakan untuk perkembangan tubuh, termasuk testosteron.

Namun, dijelaskan lebih lanjut oleh para peneliti bahwa saat menginjak usia dewasa maka kadar testosteron pria sudah tidak lagi dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya.

Lantas, bagaimana cara efektif meningkatkan kadar testosteron pria?

Kadar testosteron yang rendah pada pria tidak hanya berdampak pada kehidupan seksualnya saja, tapi juga memberikan efek besar bagi kesehatan tubuh. Kesulitan ereksi, ketidakmampuan mempertahankan ereksi, hingga kurangnya gairah seks adalah beberapa dampak yang sering dikaitkan dengan rendahnya kadar testosteron.

Namun jangan khawatir, Anda tidak harus selalu minum obat kuat untuk mengembalikan fungsi seksual, kok. Beberapa cara alami ini diyakini bisa meningkatkan kadar testosteron tubuh pria:

1. Olahraga rutin

dilarang saat olahraga

Selain menyehatkan tubuh dan mencegah serangan penyakit, ternyata rutin berolahraga juga bisa mengoptimalkan produksi testosteron.

Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian dalam European Journal of Applied Physiology, bahwa pria yang rajin meluangkan waktu untuk berolahraga memiliki kadar hormon testosteron yang jauh lebih tinggi dibandingkan yang jarang atau tidak pernah berolahraga.

Olahraga HIIT dan latihan angkat beban adalah segelintir jenis latihan yang bisa jadi pilihan untuk meningkatkan testosteron.

2. Kelola stres

stres saat puasa

Sudah menjadi rahasia umum kalau stres sering dikaitkan dengan peningkatan hormon kortisol tubuh, yang di sisi lain juga membuka peluang terserangnya berbagai penyakit.

Namun tahukah Anda kalau hormon kortisol yang tinggi ternyata dapat menurunkan kadar testosteron? Ya, karena ibaratnya kortisol bekerja seperti jungkat-jungkit. Saat hormon kortisol sedang tinggi, maka ada hormon lain yang menurun drastis (dalam contoh ini yakni testosteron). Begitu pula sebaliknya.

Stres juga bisa meningkatkan nafsu makan. Tanpa sadar, berat badan bertambah yang disertai dengan meningkatkan simpanan lemak dalam tubuh. Akhirnya, bisa berdampak buruk terhadap kadar testosteron tubuh.

3. Penuhi kebutuhan nutrisi tubuh

menu makanan sehat, menu diet sehat, makanan 4 sehat 5 sempurna

Makan makanan kaya nutrisi baik seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan berbagai mineral tak kalah penting bila Anda ingin meningkatkan produksi hormon testosteron dalam tubuh. Namun ingat, tetap makan sesuai kebutuhan tubuh Anda. Tidak kurang, apalagi berlebihan.

4. Istirahat cukup

tidur berlebihan

Istirahat dan tidur yang cukup sama pentingnya seperti mengatur pola makan dan olahraga jika Anda ingin mengoptimalkan jumlah testosteron. Cobalah untuk hindari tidur larut malam, serta usahakan untuk selalu tidur paling tidak tujuh jam dalam sehari.

Terutama jika Anda mengombinasikan cara ini dengan cara-cara seperti yang telah disebutkan di atas. Tentunya, produksi testosteron akan lebih optimal dan kesehatan Anda pun terjaga.

Artikel Lingkungan Masa Kecil Pengaruhi Jumlah Testosteron Pria, Kok Bisa? Dipublish Oleh Hello Sehat.