Kucuran Dana Jakarta untuk Lombok

oleh

Kabarkepri.id – Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi (Karo KLI) Nufransa Wira Sakti mengungkapkan, sejak terjadinya gempa, Pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan untuk kebutuhan dasar yang diperlukan masyarakat melalui belanja APBN 2018 yang dialokasikan pada beberapa kementerian/lembaga.

Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) telah menyiapkan anggaran Rp 1,1 triliun dalam Program Penanggulangan Bencana, yang oleh BNPB dapat digunakan sebagai sumber dana pertama untuk pemberian bantuan ke Lombok. Dari alokasi ini, telah dicairkan Rp 557,7 miliar, antara lain untuk operasi dan logistik seperti makanan, family kit, sandang, dan tenda.

Dia mengungkapkan, untuk tahap pertama, santunan diberikan untuk perbaikan 5 ribu rumah yang rusak berat, dengan besaran santunan Rp 50 juta per rumah telah dicairkan. Tahap kedua santunan perbaikan 5 ribu rumah rusak berat, dan kemudian rumah rusak ringan/sedang masih sedang disiapkan Pemerintah cq Kementerian Keuangan dan BNPB.

“Pemerintah terus melakukan pemeriksaan/verifikasi keseluruhan jumlah rumah yang rusak, sehingga dapat segera diberikan bantuan dan dibangun kembali,” ujarnya dalam keteranfan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (24/8).

Dia menjelaskan, dalam APBN 2018 untuk mengantisipasi kejadian bencana, pemerintah telah menyiapkan Cadangan Bencana sebesar Rp 3,3 triliun, yang penggunaannya akan dikoordinasikan bersama BNPB. BNPB telah mengusulkan kepada Kementerian Keuangan untuk tambahan bantuan ke Lombok.

Proses penyediaan tambahan anggaran untuk menangani sejumlah kerusakan yang meliputi rumah tinggal penduduk, sekolah, jalan, jembatan, gedung kantor pemerintah, pasar, dan sarana-prasarana sosial ekonomi lainnya.

“Anggaran APBN 2018 disediakan untuk pelaksanaan rehabilitasi dan pembangunan kembali yang akan dipergunakan pada tahun 2018 ini,” tuturnya.

Selain anggaran untuk BNPB, pemerintah masih memiliki kesempatan untuk merealokasi dan merevisi anggaran dari kementerian/lembaga untuk memberikan percepatan bantuan bantuan bagi masyarakat Lombok, sesuai kebutuhan dan sesuai sisa waktu yang cukup untuk pelaksanaan dan pencairan anggaran sampai dengan akhir tahun anggaran 2018.

Proses perbaikan dan pembangunan kembali daerah terdampak bencana di Lombok akan berlangsung sepanjang 2018.

Berikut beberapa kementerian/lembaga yang juga telah menyalurkan bantuan, total sebesar Rp 428,1 miliar, diantaranya:

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Rp230 miliar untuk bantuan guru, tenda darurat pembelajaran, peralatan mobile & school kit
  2. Kementerian PUPR Rp176,2 miliar untuk memobilisasi bantuan berupa mobil
    tangki air, mobil sanitasi, dumptruck, toilet cabin, genset, dan tenda hunian darurat
  3. Kementerian Sosial Rp 12,6 miliar untuk bantuan logistik (sandang, pangan, tenda), santunan ahli waris, paket sembako dan pendirian dapur umum
  4. Kementerian Kesehatan
    Rp 7,8 miliar untuk logistik kesehatan lingkungan, obat-obatan, logistik gizi, orthopedic set, tenda pos kesehatan, logistik persalinan, dan peralatan kesehatan lainnya
  5. Kementerian ESDM Rp 1,5 miliar untuk pembuatan sumur tanggap darurat di lokasi pengungsian.
  6. Selain itu, TNI dan Polri juga telah memobilisasi pasukan dan peralatan untuk membantu pencarian dan penyelamatan korban.

(hap/JPC)

Respon Anda?

komentar



Source