Kritis, Edi Si Pencari Burung Dirujuk ke Batam

oleh

KIJANG – Edi Riswandi (49) warga Kampung Banjar Baru, RT01/RW01, Desa Gunung Kijang terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Otorita Batam, setelah dirawat di RSUD Bintan. Karena, ayah lima anak yang sehari-hari bekerja mencari burung ini kondisinya kritis, akibat ditebas bagian punggung dan kaki saat diamuk massa, karena dituduh mencuri.

”Dari pengakuan istri dan Pak RT setempat, Edi sehari-hari bekerja sebagai buruh lepas. Malam hari, Edi sering mencari atau memperangkap burung,” kata Agus Haryadi, Kasipem Kecamatan Bintan Timur, kemarin.

”Saat mencari burung. ia diduga ingin mencuri dan akhirnya diamuk massa, serta mengalami luka parah. Untuk dirujuk ke Batam, Kecamatan Bintan Timur sudah memberikan surat untuk mengurus BPJS pengobatannya,” sambungnya.

Dari keterangan yang dihimpun Polsek Kijang Bintan Timur, Jumat (17/8) sekitar pukul 01.00 dini hari, Edi Riswandi (korban) pergi hendak membuat perangkap burung, di samping kandang ayam di halaman rumah Bujang Badri. Tiba-tiba Syahril bin Ismail datang dengan membawa sebilah parang, dan memergoki korban. Karena Syahril menduga korban hendak mencuri ayam.

Karena ketakutan, Edi lari. Sementara, Syahril melihat korban lari, ia menebas punggung korban sebanyak 3 (tiga) kali. Melihat korban masih terus berlari, Syahril menebas lagi, dan mengenai kaki sebelah kanan. Edi terus berjalan. Kemudian Edi diteriaki sebagai maling. Sehingga banyak masyarakat yang berdatangan, dan selanjutnya korban ditemukan warga setempat di semak-semak tidak jauh dari TKP.

Warga menghubungi Polsek Bintim, dan anggota unit Reskrim membawa korban ke RSUD Bintan, guna mendapatkan perawatan medis.

Atas laporan Henny istri korban, Unit Reskrim Polsek Bintim yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Bintan Timur AKP Muchlis Nadjar SH SIK melakukan penyelidikan dengan mendatangi TKP, dan melakukan pemeriksaan terhadap warga setempat. Setelah dilakukan pendalaman pemeriksaan, akhirnya Syahril mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap Edi Riswandi (korban), dengan cara menebas/membacok punggung dan kaki kanan korban.

”Syahril ditangkap di rumahnya di Jalan Nusantara KM 20 Gang Garuda, RT01/RW04, Kelurahan Sei Lekop. Pelaku dan barang bukti berupa sebilah parang dibawa ke Polsek, guna proses penyidikan,” ujar Muchlis Nadjar, saat dihubungi koran ini, Minggu (19/8) kemarin.

Direktur RSUD Bintan, dr Benni Antomy mengatakan, pasien dirujuk ke RSOB. ”Kondisinya kritis. Kita rujuk ke Batam, karena perlu operasi bedah vaskuler,” kata dr Benni singkat. (fre)

Source