Korban Wabah Ebola Kongo Meningkat Jadi 49 Orang

oleh
Seorang pasien Ebola berjalan bersama dua petugas di kota Beni, DR Kongo, 15 Agustus 2018. (Foto: AFP/JOHN WESSELS)

Kinshasa: Wabah mematikan Ebola di Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) kini menewaskan 49 orang sejak awal bulan Agustus. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memperkirakan jumlah kasus Ebola di negara tersebut akan terus bertambah.

Semakin bertambahnya jumlah korban tewas, dengan 2.000 orang dikhawatirkan telah terjangkit Ebola, menambah buruk kesulitan yang dialami DR Kongo di tengah gelombang aksi kekerasan, kemiskinan dan ketidakpastian politik.

Pertama kali dilaporkan pada 1 Agustus di provinsi Kivu Utara, wabah Ebola telah menewaskan 49 orang dari 90 kasus yang masuk catatan resmi Kementerian Kesehatan DR Kongo.

Kasus Ebola dikonfirmasi melalui tes laboratorium dengan mengambil sampel cairan dari tubuh pasien. 

Sebagian besar korban tewas — berjumlah 39 orang — berada di desa Mangina, sekitar 30 kilometer dari kota Beni. Sementara tiga kematian terjadi di provinsi Ituri.

Kemenkes DR Kongo juga telah mengidentifikasi 2.157 orang yang "kemungkinan telah terkena kontak dengan virus Ebola."

Juru bicara WHO Tarik Jasarevic mengatakan kepada awak media bahwa pihaknya "memperkirakan ada tambahan kasus" di masa mendatang.

"Kami tidak tahu apakah rantai penyebaran penyakit ini telah diidentifikasi," kata dia, seperti disitat dari AFP.

Ini merupakan wabah kesepuluh virus Ebola di DR Congo sejak 1976, saat virus tersebut pertama kali diberi nama. Ebola diambil dari nama sebuah sungai di DR Kongo.

Ebola telah lama dianggap sebagai penyakit yang belum dapat disembuhkan. Namun prosedur isolasi dan perawatan terhadap sejumlah gejala seperti muntah, diare dan dehidrasi, telah berhasil menyelamatkan sejumlah pasien.

Pencarian vaksin tepat untuk Ebola telah dipercepatan sejak wabah Ebola menewaskan lebih dari 11.300 orang di beberapa negara Afrika Barat pada 2013-2015.