Kebersaamaan Aset Membangun Negeri

oleh

* Gubernur Buka Festival Beduk di Kundur

Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan bahwa kebersamaan yang terus terjalin di Kepri merupakan aset yang penting dalam membangun Negeri.

“Kalau bukan karna semangat kebersamaan tidak mungkin kita berhasil dalam membangun,” ujar Nurdin saat membuka Festival Beduk Kegiatan Kepri Bertakbir bersama masyarakat Kundur di Lapangan Pemuda, Tanjung Batu, Kundur, Kabupaten Karimun, Selasa (21/8) malam.

Gubernur sendiri hadir bersama Istri Hj Noor Lizah Nurdin Basirun, hadir pula Wakil Gubernur H Isdianto dan Istri Hj Rosmery Isdianto, Sekretaris Daerah H TS Arif Fadillah dan Istri Hj Rismarini Arif Fadillah serta sejumlah kepala OPD Provinsi Kepri.

Ke Kundur, Gubernur merasa seperti pulang ke kampung halaman, apalagi suasana nya pas dengan perayaan hari raya Idul Adha tahun ini.

“Kami senang ketika ke pulau dan menggelar kegiatan silaturahmi maupun keagamaan direspon penuh positif oleh masyarakat,” lanjut Nurdin.

Tak lupa, Nurdin juga menyampaikan selamat hari raya Idul Adha atau biasa disebut dengan hari raya qurban, pun di waktu yang sama semua saudara muslim sedunia sedang berkumpul di Padang Arafah, untuk itu Nurdin mengajak kepada masyarakat untuk mendoakan mereka disana.

“Semoga saudara kita disana menjadi haji yang mabrur dan semoga yang belum kesana bisa disegerakan oleh Allah SWT,” tutup Nurdin.

Sementara itu Asisten Pemerintahan Kabupaten Karimun Muhammad Tang menyampaikan rasa terimakasih kepada pihak Provinsi yang berkenan menggelar festival beduk di Kundur sembari menyampaikan permohonan maaf jika ada kekurangan selama penyelenggaraan acara.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus bertebaran di Karimun,” ujar Tang.

Acara sendiri berlangsung dengan meriah, dibuka dengan lantunan lagu-lagu keagamaan oleh tim marawis pasir putih 757 besutan Gubernur Nurdin, ratusan masyarakat tampak memadati lokasi acara, bahkan kursi yang disediakan panitia tidak mampu mencukupi para penonton yang mana hal itu pun membuat suasana jalanan menjadi macet.

Salah satu masyarakat, Solihin mengaku senang digelarnya acara malam ini meskipun dirinya tidak kebagian kursi dikarnakan kapasitas penonton melebihi jumlah kursi yang tersedia.

“Tak apelah kami duduk di tepi-tepi taman ni, asal bisa ikut nonton,” ujar Solihin.

Kemudian masyarakat lainnya, Nindy juga mengaku antusias untuk melihat seperti apa pegelaran festival beduk ini, dirinya senang Kundur kebagian mengadakan agenda besar daerah.

“Alhamdulillah kampung kami ramai dan semarak merayakan hari raya qurban,” ujarnya.

Festival sendiri diikuti sebanyak 12 tim yang anggotanya terdiri dari 22-25 orang yang menyajikan masing-masing 1 kali penampilan, dari hasil yang didapat dari penilaian dewan juri, pemenang juara 1 berasal dari Desa Sungai Sebesi dengan jumlah nilai 138,1 kemudian juara 2 diraih Musholla Darul Ulul, Desa Sungai Ungar dengan jumlah nilao 130,9 dan juara 3 didapat remaja Masjid At-Taqwa, Tanjung Sari, Lubuk dengan jumlah nilai 127,9. Masing-masing juara mendapatkan piala serta uang pembinaan.