Kasus Tiban Koperasi, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang hanya Bisa Menegur, yang Bisa Menindak ialah BP Batam

oleh
Warga Tiban Koperasi menggali, Ahad (12/8/2018)

Kabarkepri.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah mengeluarkan surat pembekuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hingga Izin Lingkungan kepada developer yang membangun diatas kolam retensi Tiban Koperasi.

Namun mereka tetap beroperasi.

“Mereka masih lakukan pembangunan di lokasi yang dibekukan hingga sekarang,” kata perwakilan warga, Anto Sujanto.

Pemko Batam melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (CKTR) pun telah melayangkan surat peringatan (SP) di lokasi tersebut agar pembangunan dihentikan. Bahkan, SP sudah masuk SP II dan tersisa empat hari lagi memasuki SP III.

“Iya kami telah keluarkan peringatan,” kata Kepala Dinas CKTR Batam, Suhar.

Soal keluhan warga, ia mengatakan pihaknya tidak bisa melewati prosedural yang berlaku. Maka dari itu, pihaknya mengeluarkan peringatan yang berjenjang.

“Ada prosedur yang harus kami lewati, maka secara prosedur kami tegur dulu,” ucapnya.

Ia mengaku, CKTR hanya melakukan peneguran, selebihnya eksekusi merupakan ranah tim dari Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pemberi izin lahan dan tim terpadu Pemko Batam.

Setelah masa peringatan berkahir dan pengembang masih bandel membangun, pihaknya akan melapor ke tim terpadu dengan melibatkan BP Batam maupun Pemko Batam.

“Kami akan lapor tim terpadu, bahwa sudah SP III, mereka melakukan tindakan lebih jauh,” imbuhnya.

Ia mengaku, beberapa warga Tiban Koperasi juga mengirim pesan singkat padanya terkait penanganan pembangunan dan tindak lanjut SP yang telah dikeluarkan.

“Kalau masih membangun betullah, nanti ketika SP berapa nanti tim terpadu mungkin turun,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Terpadu Kota Batam Yusfa Hendri mengatakan, pada prinsipnya pihaknya akan turun setelah mendapat arahan dari pimpinan berdasarkan kesepakatan bersama pihak terkait.

“Kalau sudah diputuskan dan perintahnya itu harus dieksekusi, kami jalankan,” pungkasnya. (iza)

Respon Anda?

komentar



Source