Folikulitis Pruritus, Penyebab Kulit Bentol-Bentol Merah dan Gatal Saat Hamil

oleh

Ada banyak efek samping mengganggu yang muncul selama masa kehamilan. Salah satunya adalah masalah kulit gatal yang ditandai dengan bentol-bentol merah kecil di sekitar area kecil tertentu, misalnya pada lengan atau kaki. Pada beberapa kasus, calon ibu bisa mengeluhkan seluruh tubuh terasa gatal saat hamil. Folikulitis pruritus adalah penyebab masalah kulit gatal saat hamil ini. Apakah bahaya? Yuk, pahami lebih dalam pruritic folliculitis pada ulasan berikut ini.

Folikulitis pruritus adalah penyebab kulit gatal saat hamil

Folikulitis pruritus adalah ruam bentol-bentol merah kecil seperti jerawat yang terasa gatal.Ukuran benjolan bervariasi, umumnya sekitar 3 sampai 5 mm dan kadang bisa lebih besar, yaitu sekitar 6 sampai 8 mm. Beberapa bentol pruritus bisa berisi nanah.

Ruam bentol biasanya muncul pada bahu, lengan, dada, perut, serta punggung bagian atas. Namun, tidak semua ibu hamil merasakan gejala yang sama. Beberapa calon ibu hanya mengalami kemunculan bentol-bentol tapi tidak gatal saat hamil.

Dilansir dari Very Well Family, folikulitis pruritus jarang terjadi. Hanya 1 dari 3.000 kehamilan yang mengalami kondisi ini. Karena jarang, folikulitis pruritus sering keliru didiagnosis dengan sejumlah masalah kulit lain yang gejalanya mirip. Beberapa kondisi tersebut, meliputi:

  • Folikulitis bakteri.
  • Pitiriasis folikulitis.
  • Jerawat yang disebabkan oleh bahan kimia.
  • Prurigo (darah manis).

Untungnya, hingga kini tidak ada laporan yang menyebutkan bahwa pruritus memberikan efek buruk pada janin.

Apa penyebab folikulitis pruritus?

Hingga kini penyebab folikulitis pruritus tidak diketahui secara pasti. Namun, beberapa peneliti percaya bahwa masalah kulit gatal saat hamil ini disebabkan oleh perubahan hormon, bukan kelainan sistem kekebalan tubuh ataupun infeksi bakteri. Pasalnya, gejala gatalnya hanya terjadi semasa kehamilan dan akan menghilang setelah persalinan.

Folikulitis pruritus biasanya terjadi pada trimester kedua hingga ketiga, dan bisa sembuh mulai 2-8 minggu setelah melahirkan.

Seperti apa pengobatannya?

                                                                              Sumber: New Kids Center

Pengobatan kulit gatal saat hamil akibat folikulitis adalah dengan krim benzoil peroksida. Bahan ini sudah terbukti aman untuk digunakan saat hamil karena tidak akan memengaruhi janin.

Namun, risiko efek samping obat tetap mungkin hadir pada calon ibu. Benzoil peroksida dapat menyebabkan kulit terasa kering dan hangat, kesemutan, dan muncul sensasi “cekit-cekit’. Efek samping tersebut mungkin membuat Anda tidak nyaman, tapi tidak akan berlangsung lama.

Waspadai juga reaksi alergi kulit dari benzoil peroksida. Jika kulit Anda sensitif, sebaiknya tes dulu krim tersebut di punggung tangan yang bebas gatal dan tunggu 24 jam. Segera hentikan pemakaian krim jika muncul gejala, seperti:

Sebagai gantinya, dokter mungkin akan meresepkan obat antihistamin atau krim kortikosteroid dosis rendah untuk mengatasi gatal saat hamil. Dua obat ini harus ditebus dengan resep dokter untuk menghindari takaran dosis berlebih yang bisa berpotensi masalah bagi ibu dan janin.

Artikel Folikulitis Pruritus, Penyebab Kulit Bentol-Bentol Merah dan Gatal Saat Hamil Dipublish Oleh Hello Sehat.