Disperindag Klaim Pedagang Jual Telur dengan Harga Tinggi

oleh

Kabarkepri.id – Harga telur ayam di Kota Batam masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil pantauan di sejumlah pasar, telur ayam berkisar Rp 43 ribu per satu papan (30 butir). Sementara harga normal telur antara Rp 38 ribu sampai Rp 39 ribu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam, Zarefriadi mengatakan faktor pedagang ikut mempengaruhi harga telur, yang sampai saat ini masih terbilang tinggi. Meskipun di beberapa pasar harga telur sudah mendekati harga normal, namun di pasar lainnya justru tetap berada di angka yang relatif mahal, di atas harga eceran tertinggi.

“Kadang pedagang juga meletakan harga terlalu tinggi, padahal bisa lebih murah,” ujar Zarefriadi, Senin (20/8).

Diakuinya, data yang dikeluarkan Disperindag Kota Batam, harga telur di pasar Tanjung Pantun, Kecamatan Lubuk Baja Rp 43 ribu perpapan. Kemudian di Pasar Hang Tuah, Batamcenter Rp 44 ribu, dan di Pasar Lai-lai Mutiara, Lubuk Baja seharga Rp 45 ribu. “Sedangkan harga satu papan telur di pasar Megalegenda, Batamcenter dijual seharga Rp 40 ribu,” sebutnya.

Ia menilai ada pedagang yang mengambil untung terlalu tinggi, sehingga harga telur di satu pasar berbeda dengan pasar lain. Menurutnya, pedagang yang menjual telur dengan harga Rp 45 ribu, sangat memberatkan masyarakat. Padahal, dengan menjual Rp 40 ribu per papan saja, mereka sudah bisa memperoleh keuntungan.

“Seharusnya pedagang bisa lihat beban ekonomi masyarakat, jangan menjual dengan harga terlalu tinggi,” sesal Zarefriadi. (nji)

Respon Anda?

komentar



Source