Digerebek Warga di Rumah Janda, Kades Tapau Diminta Mundur

oleh

Kabarkepri.id – Kepala Desa Tapau, Kecamatan Bunguran Tengah Natuna, Sulaiman, didesak mundur warga setempat dari jabatan Kepala Desa (Kades). Desakan ini muncul setelah Sulaiman digerebek warga Desa Harapan Jaya saat menginap di rumah seorang janda di desa setempat pekan lalu.

Penggerebekan kades tersebut menjadi berita heboh di Kecamatan Bunguran Tengah. Apalagi diarak warga ke kantor Desa Harapan Jaya setelah digerebek. Kini kades tersebut disidang warga bersama pengurus DPD se­tem­pat agar mundur dari ja­batannya yang dianggap sudah tidak layak.

Camat Bunguran Tengah Saidir mengatakan, kejadian tersebut bermula saat warga mulai mencurigai gelagat Kepala Desa Tapau yang sembunyi-sembunyi mendatangi rumah seorang janda. Dia kedapatan berduaan di dalam kamar bersama janda saat digerebek warga.

”Kejadiannya pekan lalu, sekarang terus disidang warga dan DPD setempat. Memang warga mendesak kadesnya diberhentikan,” kata Saidir, Kamis (23/8).

Diakuinya, selain persoalan perbuatan kades yang dianggap tidak layak, terdapat persoalan lainnya yang menyebabkan warga marah. Sehingga mendesak kepala desa diberhentikan. Informasinya kades bersangkutan pun bersedia mundur. ”Desakan warga ini akan kami sampaikan kepada bupati yang memiliki kewenangan,” ujar Saidir.

Menurut Saidir, setelah digerebek, oknum kades malah mengaku sudah menikah siri dengan janda tersebut. Namun, surat nikah yang disodorkan kepada warga dan DPD setempat diragukan. Karena dianggap hanya mengada-ada, lantaran tidak ada saksi.

”Mestinya juga harus lapor dari awal, kalau kades sudah nikah siri. Hal ini juga menyebabkan warga sudah tidak percaya lagi dengan tabiat buruk seorang kepala desa,” ujarnya.

Kepala Desa Harapan Jaya Evan Sukadir mengatakan, janda yang diamankan bersama Kades Tapau baru bercerai dari suaminya bulan lalu. Menurut informasi, mereka pisah karena ada hubungan gelap dengan sang kades.(arn)

Respon Anda?

komentar



Source