BP Batam Respon Keluhan Calon Penumpang Feri di Pelabuhan Punggur

oleh

Kabarkepri.id – Masyarakat mengeluhkan tidak adanya troli di Pelabuhan Telagapunggur. Keberadaan troli dapat membantu masyarakat mengangkut barang-barang. Apalagi saat ini tempat pembelian tiket berada di lantai dua, dan masyarakat harus berjalan cukup jauh menuju ke dermaga Pelabuhan Telagapunggur.

“Dulu saat masih satu lantai. Saya masih bisa seret-seret aja barang bawaan pak. Kalau sekarang cukup sulit,” kata Uswahtun yang akan berangkat menuju Pulau Kijang, Sabtu (25/8).

Ia mengatakan dengan kondisi keuangan saat ini, untuk membayar porter dirinya tidak sanggup. Sehingga terpaksa harus mengangkut sendiri puluhan kilo barang bawaanya. “Ini baju dan makanan. Lagian saya sendiri aja, jadi agak kesulitan,” ungkapnya.

Sementara itu hal yang sama dirasakan oleh Fahrul. Ia berharap pengelola Pelabuhan Telagapunggur menyediakan troli, agar memudahkan penumpang membawa barang.

“Kalau lewat bawah, dekat tempat parkir mobil ada jalan masuk ke dermaga. Tapi disana penumpang tidak boleh masuk, walaupun hanya untuk memasukan barang. Hanya porter dan petugas saja. Jadi terpaksa bawa barangnya dari lantai dualah pak,” ujarnya.

Pemuda yang sering lalulalang ke Tanjungpinang ini mengatakan seharusnya dengan bangunan yang lebih megah seperti ini. Pelayanan Pelabuhan Telagapunggur juga harus lebih baik.

“Saya apresiasi tentang aturan tiket dan masuk. Semuanya sudah teratur. Troli saja yang belum ada,” tuturnya.

Terkait permintaan masyarakat akan troli ini. Kabid Komersil Kantor Pelabuhan BP Batam, Johan Effendi mengatakan saat ini BP Batam secara pelan-pelan merubah kultur yang ada di Pelabuhan Telagapunggur.

“Ke depan akan kami benahi. Tapi pembenahan ini seperti pengadaan troli ini perlulah pengkajian,” ucapnya.

Ia mengatakan di Pelabuhan Telagapunggur ada beberapa orang porter yang mengantungkan penghasilan mereka dari pekerjaan tersebut. Sehingga apabila ada troli, tentunya akan menghilangkan mata pencaharian orang-orang tersebut.

“Kami ingin penyesuain yang ada nantinya, menyenangkan semua pihak. Dan mengakomodir kebutuhan semua yang ada disana,” tuturnya.

Terkait pengadaan troli ini juga, kata Johan butuh anggaran. Lalu juga butuh pekerja untuk mengurus dan menangani troli-troli ini.

“Ini jadi masukan bagi kami. Pelan-pelanlah, kami ingin semuanya merasa enak dan senang,” ujarnya. (ska)

Respon Anda?

komentar



Source