Boleh Tidak, Sih, Menghangatkan Makanan Bayi Sebelum Disajikan?

oleh

Sebagai orangtua, Anda tentu ingin memberikan sajian yang terbaik bagi si kecil. Mulai dari pemilihan bahan makanan, proses memasak, hingga cara menyajikannya pasti Anda pikirkan dengan matang. Akan tetapi, tak jarang Anda mau tidak mau harus memanaskan makanan bayi sebelum disajikan. Memangnya, boleh?

Apakah boleh memanaskan makanan bayi sebelum disajikan?

Mungkin Anda sebelumnya sudah menyiapkan makanan si kecil dan karena alasan praktis, Anda menyimpannya untuk waktu makan selanjutnya. Tentu, supaya tetap lezat dan si kecil mau makan, makanan itu Anda hangatkan kembali. Namun, amankah untuk kesehatan si kecil?

Ada yang beranggapan bahwa cara ini justru membuat si kecil lebih mudah mencerna makanannya dan menghilangkan bakteri yang mungkin ada di dalam makanan. Meski begitu, sebagian orangtua lainnya tetap merasa ragu untuk menghangatkan makanan bayi sebelum disajikan.

Sebenarnya, sah-sah saja dan tidak ada masalah ketika Anda ingin menghangatkan makanan bayi. Mungkin, Anda bisa lihat lagi bagaimana kebiasaan Anda saat menyajikan makanan untuk si kecil.

Biasanya, bayi akan terlihat terbiasa untuk makan makanan yang tampak sudah dingin bila Anda pernah memberikan makanan dalam keadaan dingin secara bertahap.

Sebaliknya, mungkin juga ia lebih terbiasa untuk makan makanan hangat karena Anda selalu memanaskan makanan bayi lebih dulu. Keduanya sah-sah saja, kok, untuk dilakukan. Terutama, ketika sedang bepergian jauh yang tidak memungkinan Anda untuk menghangatkan makanan si kecil.

Kapan waktu yang tepat untuk menghangatkan kembali makanan bayi?

Sebelum memutuskan untuk menyajikan makanan si kecil dalam keadaan dingin atau hangat, sebaiknya pikirkan dulu apakah makanan tersebut memang lebih enak kalau disantap dalam kondisi masih panas atau justru sebaliknya.

Sebab, ada beberapa makanan yang lebih cocok untuk dihangatkan terlebih dahulu demi meningkatkan selera makan. Misalnya bubur, sup, serta makanan-makanan yang teksturnya berubah menjadi keras ketika sudah dingin. Sebaliknya, ada beberapa makanan yang memang tidak harus dipanaskan dan lebih enak jika disantap dalam keadaan dingin.

Jika Anda merasa kesulitan untuk menentukan bagaimana cara menyajikan makanan tersebut, coba berpatok pada kebiasaan Anda dan keluarga sebagai panduan.

Ambil contoh, makanan bubur kacang hijau. Bila biasanya Anda dan keluarga makan dalam keadaan hangat, maka berikan pada si kecil bubur kacang hijau yang telah dihangatkan. Begitu pun sebaliknya.

mempersiapkan makanan bayi

Yang harus diperhatikan saat akan memanaskan makanan bayi

Meski tidak masalah memanaskan kembali makanan si kecil sebelum disajikan, tapi sebaiknya perhatikan beberapa hal supaya kualitas makanan tetap terjaga.

1. Jangan panaskan makanan dalam keadaan dingin atau beku

Sebaiknya tunggu beberapa menit sampai makanan beku benar-benar mencair, atau ketika sudah tidak ada lagi es yang  menempel pada makanan.

Untuk alat memanaskannya, Anda bisa melakukannya di kompor ataupun microwave. Jika memanaskan di microwave, ada baiknya untuk menggunakan pelindung (sejenis penutup) di atas wadah makanan, dan panaskan makanan hanya dalam hitungan beberapa menit saja.

2. Cek dulu suhu makanannya apakah sudah pas

Baik memanaskan makanan bayi di kompor ataupun microwave, pastikan makanan tersebut telah benar-benar dalam keadaan hangat sempurna. Namun, hindari memberikan si kecil makanan yang masih dalam keadaan sangat panas.

Sebagai gantinya, diamkan sejenak hingga suhu makanan dirasa sudah cukup dingin. Anda bisa mengaduk makanan perlahan guna membantu menurunkan suhu panasnya.

3. Jangan memanaskan makanan lebih dari satu kali

Selain itu, Anda tidak dianjurkan untuk menghangatkan kembali makanan bayi lebih dari satu kali. Maka itu, saat hendak memberikan makanan pada si kecil, sebaiknya pisahkan dulu sesuai kebutuhan dan porsi makan.

Sajikan makanan secukupnya, lalu sisihkan dan simpan sisa makanan yang belum dipanaskan untuk waktu makan berikutnya.

4. Hindari menyimpan makanan bayi terlalu lama

Waktu penyimpanan maksimal hanya sekitar dua hari di dalam kulkas. Yang paling penting, jangan pernah menghangatkan kembali makanan bayi yang telah berubah warna dan berbau, meskipun waktu penyimpanannya belum terlalu lama.

Artikel Boleh Tidak, Sih, Menghangatkan Makanan Bayi Sebelum Disajikan? Dipublish Oleh Hello Sehat.