7 Tanda Umum yang Ditunjukkan Tubuh Saat Anda Kekurangan Vitamin B6

oleh

Vitamin B6, atau yang dikenal dengan nama pyridoxine, adalah satu dari delapan vitamin B kompleks.  Meski kebanyakan sumber vitamin B6 bisa mudah ditemukan dari makanan, sayangnya tidak semua orang bisa memenuhi kebutuhan vitamin B6 mereka. Khususnya bagi penderita penyakit hati, ginjal, gangguan pencernaan, obesitas, wanita hamil, dan perokok aktif. Orang-orang ini sangat rentan kekurangan vitamin B6.

Sama seperti kekurangan vitamin dan mineral lainnya, tubuh yang kekurangan vitamin B6 juga akan menunjukkan beberapa gejala tertentu.

Apa fungsi vitamin B6?

Vitamin B6 memiliki berbagai peran penting dalam tubuh. Mulai dari mengobati anemia, mencegah risiko penyakit jantung, menurunkan kolesterol tinggi, serta menguatkan fungsi otak. Vitamin ini juga bisa membantu mengatasi nyeri menstruasi (PMS) dan efek samping kehamilan seperti morning sickness.

kentang, kacang-kacangan, buah-buahan selain keluarga jeruk, ikan, hati sapi, dan daging ayam adalah beberapa sumber vitamin B6 yang bisa Anda dapatkan dengan mudah.

Tanda yang harus diperhatikan ketika tubuh kekurangan vitamin B6

Penting untuk diketahui bahwa vitamin B6 adalah vitamin larut air. Artinya, tubuh tidak bisa menyimpan vitamin B6 dalam jangka waktu yang lama. Sisa vitamin B6 dalam tubuh akan disaring oleh ginjal dan dikeluarkan bersama urin.

Ketika tubuh kekurangan vitamin B6 biasanya akan menunjukkan beberapa tanda umum, seperti:

1. Bibir pecah-pecah

Selain karena cuaca kering dan kurang minum air putih, bibir kering pecah-pecah adalah tanda tubuh kekurangan vitamin B6 yang paling mudah dikenali.

Jika dibiarkan terus-menerus, area bibir yang luka ini bisa berdarah dan menyebabkan infeksi. Tentunya akan semakin membuat Anda tidak nyaman.

2. Suasana hati gampang berubah

penyebab mood swing

Percaya atau tidak, naik-turunnya mood Anda tidak selalu dipengaruhi oleh sikap orang lain dan situasi lingkungan sekitar. Coba renungkan lagi, apakah asupan nutrisi tubuh Anda sudah mencukupi? Pasalnya, kekurangan vitamin B6 ternyata bisa berdampak pada perubahan suasana hati.

Beberapa penelitian bahkan menemukan bahwa vitamin B6 bermanfaat untuk mengatasi masalah mood yang sering terjadi selama PMS.

Ini karena vitamin B6 membantu meningkatkan produksi zat serotonin dan asam gamma-aminobutyric (GABA) dalam otak. Kedua zat ini bertugas untuk membantu mengendalikan kecemasan, depresi, dan rasa sakit.

3. Kelelahan

mengatasi kelelahan akibat rematik

Salah satu gejala yang paling mudah Anda rasakan dari kekurangan vitamin B6 adalah kelelahan, bahkan ketika Anda merasa sudah cukup tidur dan istirahat. Hal ini disebabkan karena vitamin B6 memiliki andil penting dalam proses pembentukan hemoglobin.

Hemoglobin adalah protein yang ada dalam sel darah merah, dan bertugas untuk membantu menghantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Oleh sebab itu, produksi hemoglobin yang terlalu sedikit akan membuat sel-sel tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Kekurangan hemoglobin dikenal dengan nama anemia.

Selain itu, produksi hormon melatonin yang membantu mengistirahatkan otak dan tubuh juga dibantu oleh vitamin B6. Akibatnya, Anda jadi mudah lemas, letih, dan lesu kalau kekurangan vitamin B6.

4. Ruam kulit

ruam di pergelangan tangan

Sebuah penelitian dari International Union of Biochemistry and Molecular Biology melaporkan bahwa penyebab ruam merah dan gatal yang mengarah pada penyakit dermatitis seboroik dapat dipicu oleh kekurangan vitamin B6.

Ini karena vitamin B6 membantu proses penyerapan kolagen demi tampilan kulit yang sehat. Jadi, ketika kadar vitamin B6 dalam tubuh kurang, akibatnya akan menimbulkan peradangan pada kulit. Anda mungkin juga menyadari kulit jadi tampak kemerahan, kering, dan terasa gatal.

5. Daya tahan tubuh lemah

sistem imun lemah

Faktanya, kekurangan vitamin B6 bisa menyebabkan imun tubuh melemah. Padahal, daya tahan tubuh yang kuat mampu mencegah Anda terserang infeksi dan peradangan.

Kekurangan vitamin B6 banyak dikaitkan dengan penurunan produksi antibodi yang dibutuhkan untuk melawan infeksi, serta mengurangi jumlah sel darah putih yang bertugas untuk meningkatkan sistem imun tubuh.

6. Kejang-kejang

Kejang dan Epilepsi Gabapentin obat apa

Ada berbagai alasan yang jadi penyebab seseorang mengalami kejang. Satu di antaranya adalah karena kekurangan vitamin B6. Ketika tubuh tidak mendapat asupan vitamin B6 yang cukup, maka kerja saraf untuk mengirim dan menerima sinyal tidak akan optimal.

Kerja saraf yang terhambat untuk mengirim informasi ke bagian-bagian tubuh yang diperlukan ada akhirnya menyebabkan respon gerak di luar kendali dalam bentuk kejang.

7. Kadar homosistein tinggi

penyakit jantung setelah melahirkan

Homosistein adalah salah satu jenis asam amino yang diperlukan oleh tubuh. Nah, kekurangan vitamin B6 bisa menyebabkan kadar homosistein meningkat. Pasalnya, vitamin B6 bertugas untuk membantu memecah homosistein dalam tubuh.

Peningkatan homosisten ini banyak dikaitkan dengan munculnya beberapa masalah kesehatan, meliputi penyakit jantung, stroke, alzheimer, hingga rusaknya pembuluh darah dan saraf.

Artikel 7 Tanda Umum yang Ditunjukkan Tubuh Saat Anda Kekurangan Vitamin B6 Dipublish Oleh Hello Sehat.