5 Jenis Obat TBC yang Paling Sering Diresepkan Dokter

oleh

Meski butuh waktu lama, TBC (tuberkulosis) bisa sembuh total dengan minum obat yang tepat dan selalu patuh dosis. Lalu, apa saja obat TBC yang paling sering diresepkan dokter? Berikut ulasannya.

Jenis-jenis obat TBC yang umum

1. Isoniazid (INH)

Isoniazid adalah obat TB yang paling murah tapi efektif untuk membunuh bakteri penyebab TBC dibanding obat lainnya seperti, rifampicin dan streptomicin. Obat ini bisa membunuh 90% kuman TB dalam beberapa hari pertama setelah mulai dosis.

Dosis isoniazid untuk pengobatan TBC biasanya sekitar 300 mg untuk diminum satu kali sehari, atau sesuai anjuran dokter. Risiko efek sampingnya meliputi sensasi baal, kesemutan, hingga mual dan muntah.

2. Rifampicin

Rifampicin bisa membunuh kuman yang tidak dapat dibunuh oleh obat isoniazid. Rifampicin harus diminum bersama dengan obat anti-TBC lainnya. Untuk dewasa, dosis rifampicin adalah 600 mg satu kali sehari, atau 600 mg 2-3 kali seminggu.

Efek samping obat ini meliputi rasa panas pada perut, mual, muntah, kembung, dan kencing yang berwarna merah. Namun jangan khawatir karena ini bersifat sementara. Rifampicin juga bisa membuat penggunanya menunjukkan gejala-gejala anoreksia.

3. Pirazinamid

Pirazinamid untuk orang dewasa diberikan sebanyak 15-30 mg per kg berat badan untuk diminum satu hari sekali. Atau bisa juga diberikan sebanyak 50-70 mg per kg berat badan selama 2-3 minggu. Obat ini membunuh kuman TB yang memiliki sel ber-pH asam.

Efek samping yang khas dalam penggunaan obat ini adalah peningkatan asam urat dalam darah (hiperurisemia). Itu sebabnya pengidap TBC yang diresepkan obat ini harus juga rutin kontrol kadar asam uratnya.

4. Etambutol

Untuk tahap awal terapi TBC, etambutol diberikan dengan dosis 15 mg per kilogram berat badan. Selanjutnya, dosis bisa ditingkatkan lebih dari 15 mg hingga 25 mg/kg berat badan.

Etambutol mengurangi pertumbuhan kuman TB yang resisten (kebal) terhadap obat isoniazid dan streptomicin.

5. Streptomicin

Berbeda dengan keempat obat sebelumnya yang diminum lewat mulut, obat TBC ini diberikan lewat suntikan ke jaringan otot. Streptomicin bekerja membunuh kuman TB yang sedang membelah diri.

Dosis yang direkomendasikan untuk dewasa adalah 15 mg/kg berat badan per hari, atau 25-30 mg/kg berat badan dalam 2-3 kali seminggu.

Biasanya obat TB jenis suntik ini diberikan jika Anda sudah mengalami penyakit TB untuk kedua kali atau tidak sembuh dengan obat minum.

Artikel 5 Jenis Obat TBC yang Paling Sering Diresepkan Dokter Dipublish Oleh Hello Sehat.