10 Masalah Kesehatan yang Bisa Ditangani Dengan Berobat Jalan

oleh

Ketika sakit, Anda sebaiknya langsung pergi ke klinik dokter terdekat untuk mencari tahu penyebab dan cara pengobatannya yang tepat. Dokter kemudian bisa menentukan apakah Anda cukup berobat rawat jalan atau sampai perlu rawat inap alias opname di rumah sakit.

Namun jika dokter hanya menyarankan Anda untuk berobat jalan, bukan berarti mereka cuek dan menyepelekan keluhan Anda, lho! Keputusan tersebut dibuat dokter setelah menilai hasil pemeriksaan fisik Anda di awal. Dokter mungkin melihat bahwa penyakit Anda masih bisa ditangani dengan pengobatan rumahan sederhana sehingga tidak harus diawasi terus oleh tim dokter jaga.

Masalah kesehatan yang masih bisa ditangani dengan rawat jalan

Lantas, apa saja penyakit yang masih bisa disembuhkan dengan berobat jalan?

1. Tipes

Tipes alias demam tifoid adalah salah satu infeksi yang paling sering menyerang orang Indonesia. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh konumsi makanan-minuman yang sudah terkontaminasi bakteri salmonella typhi. Gejala umum tipes adalah pusing, sembelit, diare, muntah, lemas, serta demam tinggi. Beberapa orang juga mengeluhkan munculnya ruam merah di area kulit tertentu.

Mengobati tipes bisa di rumah saja ketika gejalanya masih ringan. Tipes ringan bisa sembuh cepat kalau Anda benar-benar bisa istirahat total di rumah, menjaga pola makan yang bersih serta sehat, dan banyak minum air selama masa pemulihan. Dokter juga biasanya meresepkan obat antibiotik seperti ciprofloxacin dan cefixime untuk Anda minum di rumah sampai sembuh.

Namun untuk kasus-kasus tertentu, orang yang sakit tipes perlu diopname. Terutama apabila yang sakit tipes adalah bayi dan anak kecil. Orang dewasa juga akan dirujuk opname apabila setelah bed rest di rumah, gejala tipesnya malah semakin parah.

2. Diare

diare saat hamil muda

Pada hampir kebanyakan kasus, sakit diare bisa cepat sembuh dengan pengobatan rumahan sehingga tidak perlu dirujuk rawat inap. Biasanya, diare diobati dengan banyak minum air atau cairan oralit dan memperbanyak makan makanan berserat untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang, hingga resep obat antidiare dari dokter seperti loperamide (imodium) dan bismuth subsalicylate (pepto-bismol).

3. Radang tenggorokan

puasa saat radang tenggorokan

Meski membuat Anda tidak nyaman, tenggorokan sakit dan gatal akibat radang tenggorokan biasanya tidak sampai harus diopname. Bahkan jika Anda mengalami gejala penyerta lainnya seperti demam, hingga flu dan batuk.

Radang tenggorokan bisa cepat sembuh dengan pengobatan rumahan yang tepat. Dokter pun biasanya hanya meresepkan obat pereda nyeri seperti ibuprofen atau paracetamol hingga obat isap untuk melegakan tenggorokan.

4. Maag

menu buka puasa untuk penderita maag

Maag (dispepsia) adalah salah satu gangguan pencernaan yang banyak dimiliki oleh orang Indonesia. Gejala khasnya adalah dadayang terasa panas, perut mulas dan kembung, hingga mual-muntah akibat asam lambung naik.

Penyakit pencernaan ini bisa diobati dengan obat antasida yang dijual bebas di warung atau apotek tanpa harus menebus resep. Jika Anda perlu jenis obat dan dosis yang lebih kuat, dokter mungkin akan meresepkan obat maag seperti ranitidine dan omeprazol. Dokter juga mungkin menganjurkan Anda untuk menerapkan pola makan yang lebih sehat agar maag tidak kambuh lagi di kemudian hari.

5. Cacar air

cacar air adalah

Pada kebanyakan kasus, cacar air ringan bisa diobati di rumah hanya dengan berobat jalan sesekali untuk kontrol ke dokter. Dokter biasanya hanya akan menganjurkan Anda untuk banyak istirahat dan menghidari beraktivitas di luar rumah agar tidak menularkan virus pada orang lain. Pasalnya, virus cacar air bisa sangat mudah menyebar lewat udara dan tetesan air dari batuk dan bersin.

Sementara bed rest di rumah, Anda juga harus banyak minum cairan untuk mencegah dehidrasi. Hindari menggaruk bintil cacar dan bekas luka yang terasa gatal.

Obat cacar yang diresepkan dokter biasanya adalah obat oles antihistamin, losion calamine, atau krim hidrokortison.

6. Rematik

rematik bisa sembuh total

Rematik ditandai dengan sendi yang terasa nyeri, kaku, serta membengkak. Biasanya, bagian yang paling terserang rematik adalah tangan, pergelangan tangan, kaki, dan lutut. Lambat laun, kondisi ini cenderung menyulitkan Anda bergerak dan beraktivitas.

Meski begitu, rematik masih bisa dikelola dengan perawatan yang tepat di rumah. Biasanya cukup dengan minum obat pereda nyeri nonresep seperti ibuprofen. Dokter juga mungkin meresepkan steroid yang berdosis lebih kuat dan obat golongan disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs) untuk memperlambat kerusakan sendi atau mencegahnya.

Terapi fisik, olahraga ringan, istirahat cukup, dan makan teratur juga penting untuk diterapkan guna meningkatkan kualitas hidup Anda.

7. Migrain

mencegah migrain

Migrain seringnya ditandai dengan sakit kepala sebelah, yang bisa berlangsung dalam beberapa jam hingga berhari-hari. Banyak obat pereda migrain yang dijual bebas di apotek atau toko obat tanpa Anda harus menebus resep.

Namun jika migrain Anda disertai aura atau gejala-gejala lainnya seperti mual dan muntah, dokter mungkin akan meresepkan obat tertentu untuk mengurangi keparahan gejalanya. Ia mungkin akan menambahkan obat migrain khusus untuk mengurangi frekuensi kekambuhan.

8. Hipertensi

hipertensi terselubung obat darah tinggi Candesartan

Laporan Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2010 mengemukakan bahwa hipertensi adalah salah satu penyakit yang bisa ditangani dengan rawat jalan. Pada awalnya dokter mungkin hanya menyarankan Anda untuk mengubah gaya hidup lebih sehat dengan menjaga pola makan dan olahraga.

Namun jika kenaikan tensi cukup parah atau Anda sampai mengalami gejala-gejala hipertensi, dokter mungkin akan menambahkan resep obat antihipertensi. Obat-obatan ini berguna untuk menjaga tensi Anda tetap stabil sembari mencegah kemungkinan risiko komplikasi yang menyerang jantung, ginjal, dan organ tubuh lainnya.

Selama berobat jalan untuk hipertensi, Anda juga perlu telaten cek tensi dan kondisi kesehatan Anda ke dokter.

9. Pneumonia

pneumonia dan bronkitis

Pneumonia adalah infeksi paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, maupun jamur. Gejala khas dari penyakit ini adalah “paru-paru basah”, ketika peradangan menyebabkan paru memproduksi lebih banyak lendir.

Jika tidak terlalu parah, biasanya dokter akan menganjurkan Anda untuk rawat jalan dengan meresepkan obat antibiotik, seperti amoxicillin. Obat antinyeri nonresep seperti aspirin, ibuprofen, dan paracetamol juga bisa Anda gunakan untuk meredakan demam.

Bayi, anak kecil, dan orang dewasa berusia 65 tahun ke atas adalah kelompok orang yang berisiko tinggi untuk diopname ketika sakit pneumonia, terlepas dari kondisi tubuh dan keparahan gejalanya.

10. Diabetes

cek gula darah diabetes

Dikutip dari laman Depkes, Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M(K), menuturkan bahwa diabetes adalah penyebab kematian terbesar nomor tiga di Indonesia. Padahal, 90 persen kasus diabetes tergolong diabetes tipe 2 yang sebenarnya masih bisa dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Sama seperti hipertensi, orang yang sakit diabetes pada umumnya tidak perlu sampai menjalani rawat inap. Terapi pengobatan paling pertama yang biasanya dianjurkan dokter adalah mengubah pola makan sehat dan rajin berolahraga untuk mengendalikan gula darah. Apabila kenaikan gula darah terlalu tinggi atau Anda menunjukkan risiko komplikasi diabetes, dokter akan menambahkan resep obat diabetes. Anda juga perlu senantiasa cek kadar gula darah Anda.

Meski diabetes belum ada obat penyembuhnya, rutin minum obat diabetes sembari menjalani hidup sehat diyakini dapat mengendalikan gejala serta menghindari Anda dari risiko rawat inap akibat komplikasi,

Tidak ada salahnya untuk buat asuransi kesehatan

Nah, untuk mempermudah dan meringankan proses pengobatan rawat jalan yang Anda lakukan, Anda bisa menggunakan pilihan asuransi kesehatan yang telah tersedia sekarang ini.

Tak lupa, penting untuk memahami dengan jelas kekurangan dan kelebihan asuransi yang Anda pilih. Pastikan jenis asuransi tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda dan keluarga.

Artikel 10 Masalah Kesehatan yang Bisa Ditangani Dengan Berobat Jalan Dipublish Oleh Hello Sehat.