Guru Insentif Jadi Honorer Kontrak

oleh -10 views
Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan akan menjadikan guru insentif, yang telah mengabdi di atas 5 tahun menjadi guru honorer kontrak.

KARIMUN – Hal itu ia sampaikan Rafiq, pada ramah tamah keluarga besar PGRI Kabupaten Karimun dalam HUT ke-75 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2019, Sabtu (30/11).

Pelaksanaan ramah tamah keluarga besar PGRI, merupakan rangkaian HUT ke-75 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2019 dilaksanakan di Gedung Olahraga Kabupaten Karimun.

Aunur Rafiq mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun mengucapkan selamat HUT PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2019.

”Semoga para guru senantiasa dapat memberikan perubahan-perubahan, bagi generasi pemerus kedepan yang lebih baik dan berkualitas. Para guru harus semangat dalam menjalankan tugasnya sebagai para pendidik bagi generasi ke depan. Pemerintah selalu bersama guru, dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul,” sebut Rafiq.

Menyinggung tentang pembangunan gedung PGRI Kabupaten Karimun, sambung Rafiq, pembangunan gedung PGRI akan dibangun pada anggaran tahun 2020 yang akan datang bertempat di Kecamatan Tebing.

Lanjut Rafiq, rasa terimakasih Pemerintah Kabupaten Karimun kepada seluruh guru honor insentif dan kontrak baik disekolah negeri maupun swasta se-Ka bupaten Karimun, maka ia berjanji akan memberikan kenaikan tambahan gaji, bagi guru insentip, kontrak maupun guru interlen, dari tingkat guru Himpaudi, paud, SD sampai dengan guru SMP dan MTS se-Kabupaten Karimun.

Hadir pada kesempatan tersebut Bupati Karimun Dr. H. Aunur Rafiq. M,Si, Wakil Bupati Karimun H. Anwar Hasyim. M,Si, Ketua DPRD Karimun M. Yusuf Sirat. S,Ip beserta anggota, FKPD Karimun, OPD Karimun, dan seluruh anggota PGRI se-Kabupaten Karimun.

Pada peringatan Hari Guru Nasional Senin (25/11) pekan lalu, Rafiq menyebutkan, bahwa majukan pendidikan ada pada guru.

”Pada hari ini, kita mengenang kembali semangat dan niat mulia para guru diseluruh Tanah Air. Tanggal 25 November 1945 puluhan Organisasi Guru yang berbeda paham, dan golongan, sepakat untuk melebur menjadi satu sehingga lahirlah Persatuan Guru Republik lndonesia (PGRI). Dengan dijiwai semangat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. PGRI hadir sebagai wadah perjuangan guru, pendidik dan tenaga kependidikan, memperjuangkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berperang melawan kebodohan dan keterbelakangan serta berkhidmat memajukan Pendidikan Nasional,” ucap Rafiq.

Rafiq juga mengucapkan terima kasih, kepada Pemerintah RI yang telah menghargai perjuangan guru, pendidik formaI/non formal dan tenaga kependidikan dengan menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional.

Menurutnya, setelah 74 tahun Indonesia Merdeka, jati diri PGRI sebagai organisasi profesi yang independen, unitaristik dan non partisan senantiasa dijaga dan melekat didada pengurus, pejuang, aktivis dan para guru.

Sebagai rumah besar perjuangan Guru, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan, PGRI terus bergerak, mengabdi dan memperbaharui diri agar senantiasa adaptif dan responsife terhadap perubahan.

”Kita menyadari sepenuhnya, betapa pentingnya peran guru dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sejatinya, mutu Pendidikan terjadi di uang kelas. Dalam interaksi yang positif dan dialogis, dengan semangat penghargaan kepada keunikan siswa. Karena itu, sejalan dengan Visi bapak Presiden RI ‘SDM Maju Indonesia Unggul’. Kami memaknainya sebagai pentingnya pendidikan dalam memajukan bangsa, sehingga menjadi prioritas utama dalam periode kedua Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan K.H. Makruf Amin. Hal inilah yang menjadi tema HUT ke-74 PGRI yaitu ‘Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan Indonesia Unggul’,” tambah Rafiq, pekan lalu. (ALRION)

Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *